Mari Berqurban dengan Sepenuh Hati



Menjelang Iedul Adha perintah menjalankan perintah Qurban mungkin sering kita fahami. Dalil dalam Al Quran berbunyi: Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.

Kemudian di ada juga dalil di hadist: “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya”.

Bagi sebagian orang memahami 2 dalil dari Al Quran dan Hadist mungkin cukup. Tetapi bagi sebagian orang akan berbeda, perlu pendekatan dan motivasi lebih dalam agar bisa menjalankan ibadah suci ini.

Selain motivasi, ada sebagian orang yang akan patuh dengan perintah agama jika ditakut-takuti dengan ancaman. Berikut hadist nabi yang pelu kita fahami, untuk memotivasi kita:

“Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rizki) dan tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami”

Kemudian selain dalil diatas, ada pendapat ulama imam mahdzab (Imam Hambali & Imam Ahmad) yang berpendapat: “Qurban itu lebih afdhal dari sedekah yang senilai dengan qurban”

Beberapa alasan kenapa belum menunaikan ibadah ini misalnya karena kurang tepatnya sasaran distribusi penyaluran kepada penerima qurban. Problem ini dikupas tuntas pada 15 Juni 2022 ini, dimana Rumah Zakat membuat program Superqurban, alokasi distribusinya sangat tepat sasaran, yaitu:

  1. Hak Sohibul Qurban (beberapa ulama membatasi maksimal 1/3-nya, dan boleh tidak mengambil haknya sama sekali)
  2. Wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal, wilayah ini sendiri tidak terlepas daripada adanya sistem pembangunan yang tidak merata & pembangunan yang berkaitan pada aspek edukasi)
  3. Desa Berdaya
  4. Daerah rawan pangan
  5. Daerah bencana

Enaknya lagi, sebagai sohibul qurban kita diberikan hak istimewa yaitu bisa request mau dibagikan kemana daging qurbannya.

Berikut review liputan kami pada cara PRESS CONFERENCE Bismillah Qurban di Rumah Zakat dengan Narasumber Nur Efendi, CEO Rumah Zakat dan Citra Kirana, Donatur & Brand Ambassador Superqurban.

Masa pandemi telah menyebabkan banyak orang terdampak, kebutuhan dasar makanan dan lauk bergizi tentu sangat dibutuhkan mereka. Belum lagi dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang semakin luas, tentu banyak merugikan para peternak hewan sapi maupun kambing. Salah satu cara kita membantu mereka adalah dengan cara berqurban.

Pencegahan PMK di peternakan hewan qurban bisa dilakukan dengan cara:

  1. Petugas penyelembelih diberikan desinfeksi, memakai sepatu boot dan masker.
  2. Perlengkapan menyembelih dan memotong harus disanitasi
  3. Pemisahan (karantina) hewan qurban yang terindikasi sakit
  4. Melaporkan ke dokter hewan dan dinas peternakan setempat jika hewan qurban mengalami gejala klinis.

Lebih lengkapnya ada fatwa MUI tentang Qurban di tengah wabah PMK no. 32 tahun 2022. Silahkan dipelajari disini.

Selain masalah PMK, adalagi isu tentang ketahanan pangan. Berdasarkan data terbaru tahun 2022 di databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/03/22/ketahanan-pangan-indonesia-melemah-pada-2021, skor indeks ketahanan pangan global menunjukkan Indonesia pada 2021 mengalami penurunan menjadi 59,2 dari tahun 2020, sehingga skor kita diperingkat 69 dari 113 negara di dunia.

Ini secara eksplisit ada korelasinya bahwa masyarakat kita masih butuh banyak penguatan, agar tingkat ekonomi meningkat dan konsumsi makanan bergizi perlu di push lagi. Salah satunya dengan membagikan daging kepada pihak yang kurang secara ekonomi.

Superqurban dari RumahZakat.org menjadi fitur unggulan dalam rangka optimalisasi daging qurban yang diolah menjadi kornet atau rendang sehingga pendistribusiannya lebih luas dan manfaatnya dapat dirasakan sepanjang tahun.

Proses pemotongan hewan qurban memperhatikan protokol kesehatan dari mulai pemilihan hewan qurban, penyembelihan sesuai denan protokol Covid-19, lalu produksi kornet dan rendang juga mengikuti protokol kesehatan dan terakhir distribusi Superqurban ke seluruh pelosok Indonesia dan dunia.

Kelebihan Superqurban ini diantaranya adalah lebih aman. Pilihan tepat dalam berqurban, karena tanpa hadirkan kerumunan, memperhatikan faktor kesehatan, dan hewan qurban terjamin. Selain itu lebih memberdayakan, karena kita bisa berqurban sekaligus memberdayakan karena hewan qurban berasal dari peternak desa.

Menurut Nur Efendi CEO Rumah Zakat, Superqurban terinspirasi dari nabi Yusuf ketika memberikan saran kepada raja mesir. Dimana beliau menyarankan agar raja membuat keputusan untuk menyimpan hasil pangan selama 7 tahun dimasa panen, dan memanfaatkannya lagi dimasa paceklik selama 7 tahun berturut-turut.

Kolaborasi qurban untuk meningkatkan ketahanan pangan Indonesia dengan melibatkan pemerintah, lembaga, komunitas masyarakat, dunia usaha, masjid, majelis taklim, sekolah dan lain-lain. Bersama rumah zakat sehingga mendapat rekor MURI untuk kategori Pengemas Daging Qurban Pertama di Indonesia.

Di tahun 2021, sebaran distribusi qurab oleh rumah zakat yaitu 17.000 pequrban, 251.194 penerima manfaat tersebar di 34 provinsi dan 3 negara. Target distribusi qurban rumah zakat 2022 adalah 20.000 pequrban, 500.000 penerima manfaat di 34 provinsi dan 8 negara. Rumah Zakat sendiri membuat 2 program untuk menyambut hari raya terbesar kedua umat islam ini. Yaitu Superqurban dan Desaku Berqurban. Keduanya cocok banget untuk Anda yang ingin menyisihkan hartanya untuk berqurban.

Dengan Desaku Berqurban kita bisa tenang, karena program ibadah qurban ini alokasinya untuk desa minim pequrban, sehingga masyarakatnya bisa merasakan kebahagiaan di hari raya Idul Adha.

Sehingga lebih tepat sasaran, daging qurban disalurkan ke desa minim pequrban, yang masyarakatnya jarang merasakan daging. Serta memberdayakan peternak lokal, kita bisa berqurban sekaligus memberdayakan, karena hewan qurban berasal dari peternak di desa.

Tertarik berqurban di rumah zakat? Yuk kunjungi https://www.rumahzakat.org/l/superqurban. Bismillah qurban aman di rumah zakat dengan Superqurban dan Desaku Berqurban. Sesuai syariah, distribusi merata dan memperdayakan peternak lokal.

Leave a Reply