kompor ramah lingkungan

Kompor Ramah Lingkungan, Ubah Limbah Jadi Energi

Posted on

Kompor adalah salah satu alat rumah tangga yang paling bermanfaat karena digunakan untuk memasak. Sayangnya penggunaan kompor di Indonesia sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil. Padahal sudah ada kompor ramah lingkungan yang bisa digunakan.

Bahan bakar fosil memang mudah didapatkan tetapi efeknya pada lingkungan sangat tinggi. Sebaliknya kompor ramah lingkungan memang sedikit sulit untuk didapatkan tetapi menggunakan energi yang terbarukan.

Simak juga alasan kenapa pemantik kompor gas tidak menyala, tipsnya mudah dan efektif lo!

Apabila Anda ingin mengenal kompor ramah lingkungan mulai dari kompor biogas hingga kompor biomassa. Ada baiknya untuk menyimak artikel di bawah ini secara lengkap.

Sekilas Tentang Kompor Ramah Lingkungan

Kompor elpiji lebih banyak digunakan di Indonesia khususnya di kawasan perkotaan besar. Sementara itu penduduk yang tinggal di kawasan pedesaan lebih banyak menggunakan minyak tanah.

Penggunaan bahan bakar fosil dilakukan karena lebih mudah untuk didapatkan. Berbagai depo pengisian bahan bakar sudah tersedia di berbagai pelosok sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya.

Sayangnya dari waktu ke waktu masalah lingkungan khususnya yang berkaitan dengan pemanasan global terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah sumbangan limbah dari bahan bakar fosil yang digunakan.

Limbah ketika menggunakan gas elpiji atau limbah ketika menggunakan bahan bakar untuk kendaraan akan menyebabkan efek rumah kaca semakin tinggi. 

Solusi Pemanasan Global dengan Kompor Ramah Lingkungan

mengapa kompor biogas ramah lingkungan

Solusi untuk mengatasi permasalahan pemanasan global sebenarnya cukup banyak. Salah satu yang paling mudah dilakukan dan dekat dengan masyarakat adalah dengan mengganti kompor yang digunakan.

Apabila selama ini mereka lebih banyak menggunakan kompor dengan bahan bakar fosil seperti menggunakan elpiji atau minyak tanah. Kini harus diganti dengan kompor ramah lingkungan.

Kompor ini menggunakan bahan bakar yang berasal dari daur ulang limbah hayati yang ada di Indonesia. Limbah ini biasanya berasal dari limbah rumah tangga dan juga limbah peternakan.

Dari limbah inilah tercipta biogas yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor. Konsepnya hampir mirip sekali dengan kompor elpiji yang menggunakan bahan bakar gas.

Selain membutuhkan proses daur ulang menjadi gas terlebih dahulu. Terdapat juga kompor yang menggunakan bahan bakar padat atau biomassa yang juga merupakan salah satu komponen ramah lingkungan.

Kompor ini bentuknya mirip sekali dengan kompor tradisional tetapi tidak menggunakan minyak tanah. Berbagai limbah seperti potongan kayu hingga batok kelapa bisa dipakai untuk bahan bakar.

Baca juga artikel kami tentang: presto ayam berapa menit

Jenis Kompor Ramah Lingkungan

Beberapa jenis kompor ramah lingkungan yang ada di Indonesia dan cukup dikenal masyarakat terdiri dari dua jenis yaitu: 

  1. Kompor Biogas

Jenis kompor ini menggunakan bahan bakar gas yang berasal dari sisa limbah rumah tangga dan juga peternakan. Gas diolah dengan menggunakan teknologi tertentu lalu disalurkan ke kompor secara langsung.

  1. Kompor Biomassa

Kompor ini bentuknya mirip dengan kompor tradisional yang menggunakan minyak tanah. Tetapi di bagian tengahnya terdapat tungku yang digunakan untuk memanaskan bahan limbah padat seperti potongan kayu.

Mengapa Kompor Biogas Ramah Lingkungan?

Kompor biogas merupakan kompor yang bentuknya mirip sekali dengan kompor gas standar. Kompor ini biasanya memiliki satu atau dua tungku. Di bagian belakang terdapat saluran gas.

Gas inilah yang berasal dari pengolahan limbah rumah tangga dan limbah yang berasal dari kotoran ternak. Limbah ini akan ditempatkan pada semacam dome hingga mengurai dan menghasilkan gas.

Produksi gas akan disalurkan melalui selang untuk dipakai masyarakat. Sementara itu hasil penguraian yang tersisa akan dimanfaatkan menjadi pupuk alami untuk pertanian atau perkebunan.

Kompor biogas dikenal ramah lingkungan, mengapa? Jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Daur Ulang Limbah Alami

Kompor biogas cocok sekali untuk kampanye hemat energi. Apalagi bahan bakar yang digunakan merupakan energi alternatif yang bisa diperbarui dan dibuat oleh masyarakat dalam jumlah banyak.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika untuk membuat biogas hanya dibutuhkan limbah rumah tangga yang mudah diuraikan seperti limbah memasak. Selain itu juga menggunakan limbah dari peternakan seperti kotoran.

Limbah ini sebenarnya tidak berguna apabila dibiarkan begitu saja. Tetapi apabila diolah dengan baik atau didaur ulang bisa menghasilkan biogas dalam jumlah banyak.

Daur ulang inilah yang menyebabkan kompor biogas lebih ramah dengan lingkungan. Apalagi kompor gas juga akan mengurangi polusi udara dalam bentuk bau yang tidak sedap.

2. Berasal dari Sumber Daya yang Bisa Diperbarui

Bahan bakar yang digunakan untuk kompor biogas ini berasal dari sumber daya yang bisa diperbarui. Jadi tidak akan terpengaruh dengan harga gas di seluruh dunia atau pasokan dalam negeri.

Karena berasal dari sumber daya hayati inilah penggunaan kompor wajib digalakkan. Dengan begitu berbagai masalah khususnya berhubungan dengan isu lingkungan bisa segera diatasi.

3. Menurunkan Emisi Rumah Kaca

Ketika menggunakan bahan bakar minyak ataupun bahan bakar dalam bentuk gas yang konvensional, asap yang dikeluarkan bisa banyak. Hal inilah yang menyebabkan emisi rumah kaca semakin meningkat.

Selain itu emisi rumah kaca juga bisa berasal dari beberapa limbah seperti kotoran dari peternakan karena mengeluarkan gas metana yang besar.

Apabila limbah seperti ini akhirnya diolah kembali dan digunakan sebagai bahan bakar. Artinya jumlah gas yang nantinya dikeluarkan ke udara akan semakin kecil karena sudah dimanfaatkan terlebih dahulu.

4. Mengurangi Polusi Udara

Polusi udara yang biasanya dikeluarkan oleh limbah rumah tangga dan juga limbah peternakan adalah aroma yang tidak sedap. 

Selain itu, apabila menggunakan bahan bakar fosil polusi udara berupa asap. Hal seperti ini sudah terjadi di beberapa kota besar yang kendaraannya sangat padat.

Selanjutnya polusi kawasan pedesaan bisa dalam bentuk asap dalam jumlah banyak ketika memasak. Apalagi penduduk lebih banyak menggunakan kayu yang menghasilkan asap sehingga menyumbang polusi di udara.

Penggunaan biogas akan mengurangi atau bahkan menghentikan jumlah asap yang nantinya dikeluarkan. Jadi sangat ramah lingkungan dan layak digunakan secara massal.

Kompor Biomassa

Sedikit berbeda dengan kompor biogas, kompor biomassa adalah kompor yang menggunakan bahan baku berupa padatan. Biasanya bahan bakar yang digunakan adalah briket ataupun potongan dari kayu yang kecil.

Kompor ini mirip sekali dengan kompor tungku tradisional tetapi dibuat lebih modern. Orang yang membuatnya adalah seorang peneliti dari Universitas Brawijaya Malang bernama Muhammad Nurhuda.

Kompor ini cocok jika dipasang di meja bar dapur keramik, tampilan jadi cantik. Jadi selain hemat energi juga enak dipandang.

Beliau mengembangkan kompor yang mampu memaksimalkan penggunaan limbah. Dari bahan bakar yang tidak terlalu banyak bisa ditingkatkan kekuatan panasnya sehingga bermanfaat untuk memasak.

Kompor ini bisa mengurangi polusi karena jumlah gas yang dikeluarkan bisa lebih kecil. Selain itu berbagai jenis limbah yang biasanya tidak digunakan seperti potongan kayu juga bisa dimanfaatkan kembali.

Penggunaan kompor biomassa ini akan menurunkan konsumsi gas. Tetapi seseorang yang menggunakannya harus menyiapkan terlebih dahulu bahan bakar berupa potongan kayu atau bahan alami lain yang mudah terbakar.

Bisa dibuat kesimpulan jika kompor ramah lingkungan seperti kompor biogas atau kompor biomassa adalah salah satu teknologi terbaik untuk masa depan. Sayangnya saat ini jumlah penggunaannya masih terbatas.

Baca juga tulisan terbatu kami tentang: suhu lemari es

Beberapa hal yang mungkin menyebabkan penggunaan dari kompor ini masih terbatas adalah produksi dan juga sosialisasi. Selanjutnya infrastruktur khususnya pada kompor biogas juga tidak bisa dibuat secara besar-besaran.

Tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba salah satu sehingga penggunaan kompor dari bahan bakar fosil bisa diminimalkan. Semoga ulasan di atas memberikan pencerahan bahwa ada kompor ramah lingkungan yang memberikan sumbangsih untuk menjaga alam.